top of page
  • Writer's pictureVILTA

Simulasi Konferensi Persatuan Bangsa-Bangsa 2023 (MUNC – Model United Nations Conference)

Below are reflections from students from four schools who participated in this year's Model United Nations Conference. Congratulations to all the participants for engaging in this challenging activity!

Loka Karya Model PBB Indonesia

ditulis oleh Fiona G. (Thomas Carr College)


Pada hari Jumat, tanggal 4 Agustus, saya bersama dengan tujuh teman saya berloka karya ke acara Model PBB di Melbourne Utara. Loka karya ini adalah suatu pengalaman yang menarik, dan menunjukkan pentingnya diplomasi global dalam memecahkan tantangan dunia. Setiap peserta diberikan negara tertentu yang akan mereka wakili selama simulasi. Mereka harus memahami pandangan dan kebijakan negara tersebut, berpartisipasi dalam perdebatan untuk mencapai tujuan yang sama.

Ekskursi ke Model PBB Indonesia memberikan kesempatan berharga bagi saya untuk memahami dunia diplomasi dan memecahkan masalah. Saya tidak hanya belajar tentang isu-isu dunia, tetapi juga belajar keterampilan berharga seperti negosiasi, cara berkomunikasi efektif, dan pemecahan masalah.


Saya dan teman-teman juga mulai berpikir kritis, belajar lebih percaya diri dan mendengarkan dan mengetik sebuah solusi secepatnya. Saya sungguh menyukai loka karya ini dan mengerti pentingnya bekerja sama dengan negara lain.


Topik Kota dan Komunitas berkelanjutan juga memusatkan perhatian pentingnya kita semua ikut mempromosikan Pembangunan yang berkelanjutan di seluruh dunia. Dialog yang terjadi sangat penting karena memperlihatkan bahwa masalah bisa diselesaikan tanpa dengan kekuatan militer, yaitu dengan bekerja sama dan erat.

Loka Karya Model PBB Indonesia sangat menyenangkan karena memberi kami kesempatan unik untuk mempertunjukkan keterampilan berbahasa Indonesia, bertemu teman-teman baru dan juga makan siangnya yang enak sekali. Saya merasa semua anak-anak yang belajar bahasa Indonesia di SMA seharusnya mengikuti kegiatan ini karena ini sangat menyenangkan walaupun kadang-kadang agak menakutkan.





​Kesan tentang Simulasi PBB

ditulis oleh Aleisha (Australian International Academy)


Pada hari Jumat, 4 Agustus 2023, teman sekelas saya dan saya pergi ke Model Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Grup saya mewakili Selandia Baru. Salah satu tujuan dari acara ini adalah untuk mengatasi dampak COVID-19, dengan mencapai kota yang berkelanjutan dan membentuk dana pemulihan respon pandemi dan COVAX. Singkatnya, tujuannya adalah untuk membantu dunia membangun kembali dengan lebih baik. Acara ini membantu meningkatkan kemampuan bahasa Indonesia saya. Saya tertarik untuk berdebat dalam Bahasa indonesia dengan adanya acara Model Konferensi PBB ini. Semoga sekolah kami (Australian International Academy) bisa diundang lagi. Terima kasih telah mengundang kami.



​​Kesan tentang Simulasi PBB 2023

Ditulis oleh Elizabeth Rose, Nicholas George, Kai Docherty dan Taylah Gardiner (Mount Beauty Secondary College)

Kami murid-murid Bahasa Indonesia dari Sekolah Mount Beauty Secondary College, ingin menyampaikan kesan-kesan kami dalam mengikuti acara MUNC (Model United Nation Conference).


Acara ini sangat menarik sekali. Selain kami bisa berlatih untuk memperlancar kemampuan Bahasa, kami juga mendapat kesempatan untuk berkenalan dengan murid-murid yang belajar Bahasa Indonesia dari sekolah-sekolah lain di Melbourne. Selain itu kami juga belajar bagaimana proses konferensi PBB berlangsung.

Sebelum acara MUNC ini, kami banyak melakukan diskusi dan juga menelusuri banyak situs untuk mendapatkan informasi tentang topik yang didiskusikan. Kami juga berlatih untuk berdebat dan membuat Laporan Pernyataan Posisi dari negara yang kami wakili.

Dari banyak keuntungan yang kami dapat ada beberapa hambatan yang harus kami lalui untuk bisa datang ke acara ini. Kami harus melakukan perjalanan sehari sebelumnya karena jarak sekolah kami yang cukup jauh. Kami harus melakukan perjalanan hampir 5 jam untuk bisa sampai ke hotel. Kami tiba di hotel hampir tengah malam karena kami berangkat setelah selesai sekolah supaya kami tidak ketinggalan banyak pelajaran. Selain itu, kami juga harus membayar semua biaya untuk akomodasi, transport dan makanan. Namun semua kami lakukan untuk mendapat kesempatan mengikuti acara ini.



Kesan tentang Simulasi PBB

ditulis oleh Nathan Wong (Melbourne High School - Year 11)

On Friday the 4th of August the year 11 and 12 Indonesian students attended the Indonesian Model UN Conference. These conferences simulate the UN General Assembly to provide students an opportunity to practise their diplomacy and collaboration skills in the language that they are studying in VCE. The topic this year was Sustainable Cities. Throughout the day we enthusiastically took part in debate, discussion, and compromise to eventually propose and vote on amendments to the draft resolution for sustainable cities, all in the Indonesian language. The day ended in success with several amendments being successfully passed.


The day allowed us to practise our speaking and listening skills in Indonesian. Combining this with the delicious food provided, it was a wonderful experience for all involved.




76 views0 comments

Recent Posts

See All
bottom of page